24
Jun
09

Pengemis Tua

Dalam hatiku terbentuk sebuah ruangan lusuh

Ruangan yang pengap, gelap, dan penuh dengan tangis tanpa jejak

Setiap bulan penuh, ruangan itu selalu terbuka pintunya

Menemani kelam nyawaku

Suatu hari, ruangan lusuh itu menyempit

Menyambut kedatangan sesosok pengemis tua

Pengemis dengan badan tak terurus dan mata yang menyipit seakan ingin menelanku

Aku terperanjat, berusaha menjauhkan pengemis itu dari ruangan lusuhku

Kupikir, pengemis itu menyakitkanku dengan kedatangannya

Namun..

Pengemis tua itu diam disana

Mengusap ruangan lusuhku dengan tangisnya

Merapihkan ruangan lusuhku dengan lembutnya

Menyibak kelam ruangan lusuhku

Lama dia melakukan itu semua dengan giatnya

Melupakan penyakit tuanya yang menggerogoti tubuhnya

Dan kusadari, dialah sosok lelaki yang mencintai aku

Dia menyayangi aku tanpa keluhan setitikpun

Dia menghapus ruangan lusuhku yang merupakan jeritan hatiku

Dia menentramkan aku

Dia ada untukku

Dan aku ada untuknya

Karena dialah aku bersinar, menyukai kehidupanku teramat sangat

Dia bukanlah pengemis tua seperti yang kulihat awal tampaknya

Dialah abadiku

Dialah cahayaku

Dialah cintaku

..


0 Responses to “Pengemis Tua”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


June 2009
M T W T F S S
« Apr   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Pleasestopthetime

More Photos

%d bloggers like this: