03
Feb
09

sebuah awal

Kini kumenulis diatas kertas baru dengan pena hati yang menari
Berbisikku pada hatiku, akankan bait ini berlari ataukah menanti
Sumpah mati pada mati, aku mengemis akan bahagia hati
Bukan bahagia wajah, tapi bahagia senja dini
Bodohkah bila berharap sekali lagi pada pena yang telah menari ribuan kali?
Mengais seonggok harap dalam pintu yang melongok diri
Bila ini sajakku, izinkanlah ini sajak terakhirku sampai panti


0 Responses to “sebuah awal”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2009
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Pleasestopthetime

More Photos

%d bloggers like this: