26
Nov
08

Rumah Cokelat Part 1/2

“Sryuuup”, kuminum ice chocolate caramel yang kupesan 5 menit yang lalu. Sejuk sekali suasana malam di Rumah Cokelat yang terletak di daerah Bandung Utara, sekitar 20 kilometer dari pusat kota bandung.

“Wah, rame banget Sha”, kaget Gadis

“Iya, untung udah booking, bisa gila gw kalo harus nunggu di waiting list”

Gadis melongo melihat panjangnya antrian di meja tamu. Memang, Rumah Cokelat sangat ramai dikunjungi pasangan muda yang ingin menghabiskan akhir pekannya dalam suasana romantis. Suasana ini sangat kental, khususnya pada saat malam hari. Ketika melangkah masuk ke rumah cokelat, berjejer lilin dengan rapi di pinggir jalan setapak menuju Café. Café-nya pun unik, mengadaptasi dari gaya Eropa, di tengah Café terdapat air mancur besar beralirkan cokelat cair yang disebut Fondue, tapi khusus di Rumah Cokelat, Fondue raksasa itu disebut Chofall. Di setiap meja pengunjung, terdapat lilin berbentuk mawar berwarna cokelat dengan variasi warna marun yang menambah kesan romantis Rumah Cokelat ini.

Baru meneguk kembali Ice Chocolate Caramel sedikit, perhatianku tertuju pada Gerobak Cokelat yang terletak di sisi Café. Aku terpukau dengan aneka kreasi coklat yang tertata rapih di dalam setiap gerobak yang aku rasa mirip dengan gerobak yang dipakai penjual bubur ayam di dekat rumahku, tetapi bedanya di setiap gerobak terdapat aneka makanan yang dapat dicemplungkan ke air mancur cokelat cair. Strawberry, marshmallow, banana, biscuit, dan makanan ringan lainnya . Khusus untuk makanan yang dicemplungkan ke air mancur cokelat hanya bisa dipesan untuk satu meja, sedangkan air mancur besar yang terdapat di tengah Café hanya sebagai pajangan.

Cerita diatas adalah cerita yang aku buat disela-sela waktu senggang. Belum jadi, soalnya aku cuma mau tau komentar teman-teman atas cerita yang aku buat ini. Kasih komen dan kritik juga yaa. Makasiii.


10 Responses to “Rumah Cokelat Part 1/2”


  1. 1 irfan
    December 4, 2008 at 9:29 am

    woooooooow
    lo punya bakat nulis lho, kmbangin deh
    ntar coba kirim ke penerbit, siapa tau diterbitin

    salam kenal ya, gw irfan

  2. 2 judy
    December 4, 2008 at 9:31 am

    tepuk tangan deh buat tulisan lo
    coba terusin dong, mau tau kelanjutannya

  3. 3 susucokelat
    December 4, 2008 at 9:39 am

    waa, makasih ya semuanya
    ini cuma iseng2 nulis aja, ternyata cukup bagus ya
    speechless jadinya, hehe
    kalo ada yang kurang dikritik aja yaa, jangan malu2
    biar jd masukan
    hehe

    salam kenaal

  4. January 3, 2009 at 4:21 pm

    alamatnya dmana sìh ?

  5. January 4, 2009 at 4:08 pm

    jah !
    ini cuman cerita yah ??
    kirain ada rumah coklat beneran di bandung ,
    tapi katanya emang ada yah ?
    ada yang tau ga alamatnya ?

  6. 6 susucokelat
    February 1, 2009 at 1:05 pm

    ini cerita aja zaal, cuma mau tau bagus apa enggak
    rumah cokelat kynya ga ada de
    aku kan kuliah di bandung, jd kalo ada pasti tau kabarnya
    hehe

  7. 7 audreytahya
    April 20, 2010 at 7:34 pm

    alamat tepatnya dmn?

  8. 8 Alika
    August 18, 2010 at 3:20 pm

    Tp kyny d bndung ada bnern k0g.

  9. 9 beevie
    March 16, 2011 at 10:43 am

    rumah coklat ini emg beneran ada di bandung..
    letaknya di daerah setiabudi…lokasi tepatnya sya kurang tau dimana..yg jelas emg ada…

    di bandung jg ada satu lagi namanya Toko Coklat…ada di jalan cimanuk..
    boleh dicobain juga kok..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pleasestopthetime

More Photos

%d bloggers like this: